
Nak bercerita tentang bola sepak nie memang tak pandai sangat tapi cubalah juga.Benar-benar hairan dalam masa 4 tahun sekali satu dunia mesti akan dijangkiti oleh deman bolasepak niekan.Kalau jangkitannya kuat kepada peminat-peminat yang fanatik memang boleh jadi parah tu.Biarlah kita demam yang biasa aje..makan ubat lepas tu baik daaaa...hahaha
Cuba kita tengok gelagat peminat-peminat yang menyaksikan perlawanan pasukan masing-masing...macam satu pesta.Berbagai rupa dan gaya.Mereka tiada rasa segan dan malu untuk mempamerkan keseronokan dan kegembiraan mereka apabila memberikan sokongan.Apabila pasukan mereka menjaringkan gol...sudah pasti sorak keriangan yang bergema di stadium ketika itu.Bagi kita yang berada dinegara Asia yang waktu perlawanan mereka tidak sama dengan waktu tempatan,sehingga ada antara perlawanan yang bermula diwaktu kita perlu tidur.Kerana dah minat kita sanggup untuk kunci jam dan bangun pagi-pagi buta tukan...alahai dah bahang bolasepak nie memang panas sekali.Akak nie nak kata minat bola..macam tak minat,nak kata tidak.... ada juga pasuk
an yang akakminat..iaitu Brazil.Memang dari dulu lagi akak minat pasukan Brazil nie.Suka tengok cara mereka bermain seolah-olah begitu bersemangat sekali.Walaupun ramai antara pemain-pemain Brazil ini tidak sekacak pemain pasukan-pasukan lain tapi dari segi corak permainan memang lain dari yang lain.Yang paling akak suka tengok adalah senyuman si Ronaldhino tu...dia kene marah pun tetap senyum.Harap-harap Brazil akan jadi Champion lagi tahun ini.Pesta World Cup hanyalah sebulan,lepas nie kita akan kembali kepada kehidupan biasa.Lepas nie kita kenelah tunggu 4 tahun lagi untuk menyaksikan pesta bolasepak World Cup yang sememangnya akan membuat satu dunia bersatu dan dapat melupakan seketika tentang persengketaan.Ole..ole..ole...
Salah satu tanda keperibadian seorang muslim itu adalah berzikir. Kita dianjurkan berdzikir setiap saat, dari bangun hingga tidur kembali. Secara harfiah, arti dzikir adalah mengingat Allah dengan menyebut nama-nama-Nya.
Insya Allah, dengan membiasakan lidah untuk mengucap kalimat-kalimat thayyibah, akan semakin mempertinggi ma'rifat kita kepada Allah swt. Dengan dekat kepada Allah, hati jadi tenang. Berikut ini adalah tujuh kalimat thayyibah yang harus menjadi penghias bibir umat setiap waktu.
1. Bismillahirrahmanirrahim.
Diucapkan setiap kita mengawali segala perbuatan. InsyaAllah, jika lidah kita terbiasa, perbuatan ini sudah menjadi refleks kita, maka akan lebih mudah bagi kita untuk menjaga diri dari perbuatan buruk. Karena senantiasa kita diingatkan bahwa ada Allah yang melihat perbuatan kita.
Kalimat ini sekaligus mengingatkan kita, bahwa segala sesuatu adalah milik Allah, termasuk diri kita yang hina ini. Juga setiap perbuatan kita, hendaknya semua berada di garis yang ditetapkan Allah. Dalam sebuah hadis Rasulullah menyatakan, "Bahwa setiap perbuatan baik yang tidak dimulai dengan kalimat basmalah, maka perbuatan itu tak berkah."
2. Alhamdulillah
Inti dari ucapan dzikir ini adalah ungkapan rasa syukur atas kurnia dan rahmat Allah swt. Sesungguhnyalah, pancaran perasaan syukur adalah energi kehidupan yang sangat besar bagi manusia. Mereka yang paling banyak bisa bersyukur, bererti telah memiliki yang terbanyak dibanding orang lain.
Mengenai hal ini difirmankan dalam Qur’an Surah Ibrahim ayat 7,”bahwa Allah akan menambah rahmat nikmat-Nya kepada mereka yang mampu bersyukur. “
Dengan mengucap kalimat ini setiap selesai melakukan satu pekerjaan, manusia seakan menguatkan keyakinannya bahwa tak akan pernah terjadi sesuatupun tanpa campur tangan Allah. Jika sesuatu itu baik, dirasakan sebagai pertolongan Allah. Jika sesuatu itu kurang baik, tetap disyukuri dengan berkeyakinan bahwa itupun sudah lebih baik dari pada tidak sama sekali.
Dan manakala seseorang telah terbiasa mengucap syukur untuk hal-hal yang kecil, maka ketika Allah menganugerahkan nikmat yang sedikit lebih besar, maka kenikmatan yang dirasakan orang tersebut akan berlipat ganda.
3. Astaghfirullah
Difirmankan dalam QS. Ali Imran 135, "Orang-orang yang berbuat kekejian atau menzalimi dirinya lalu ingat kepada Allah, maka minta ampunlah untuk mereka atas dosa-dosa yang dilakukan."
Sungguh Maha Suci Allah Yang Maha Sempurna. Setelah Ia ciptakan manusia sebagai makhluk hidup yang secara sunnatullah bisa berbuat khilaf, sekaligus Ia berikan 'ubat' bagi kekhilafan tersebut. Bagi mereka yang pandai meminum ubat ini, maka mereka tak akan terserang penyakit hati yang lebih serius. Allah Maha Pengampun, terutama bagi siapapun yang segera bertobat begitu sadar telah berbuat khilaf.
Ummat Islam harus membasahkan bibir mereka dengan istighfar ini, sehingga noda-noda dosa yang sempat menempel sedikit demi sedikit setiap hari tidak segera menumpuk menjadi noktah hitam yang tebal. Semakin lama noda-noda ini tertumpuk, akan menjadi semakin sulit untuk menghilangkannya. Maka benarlah bahwa kebanyakan kesalahan besar berawal dari kekeliruan-kekeliruan kecil yang tidak dibenari.
Sayangnya, seringkali manusia terlambat menyadari kekhilafannya itu. Untuk menghindari keterlambatan taubat, maka dianjurkan untuk istiqamah mengucapkan zikir ini setiap hari, terutama setelah shalat, walau dirasakan tak ada kesalahan yang diperbuat. Rasulullah saw sendiri, yang sudah dijamin ma'shum, (terjaga dari dosa), dalam sehari mengucap istighfar setidaknya 100 kali.
4. Insya Allah
Diucapkan ketika seseorang berniat hendak melakukan sesuatu di masa yang akan datang. Zikir ini akan mengingatkan kita, bahwa kehendak Allah adalah di atas segalanya. Tak seorangpun mengetahui apa yang akan terjadi detik setelah ini. Itu sebabnya, tak akan pernah ada janji yang diikat 100 % antara manusia, kecuali dengan menambahkan kalimat, Insya Allah (QS. Al Kahfi, 23-24).
Sayangnya, banyak orang mempergunakan kalimat ini secara keliru, hingga ada anggapan bahwa kalimat mulia ini diucapkan sebagai kelonggaran untuk tidak menepati janji. Perbuatan umum ini banyak terjadi dalam sebagian masyarakat, sehingga membuat banyak orang memandang negatif kalimat ini.
Adalah tanggung jawab kita bersama, kaum muslim, untuk meluruskan pandangan ini. Dimulai dengan diri kita sendiri. Mari kita buktikan bahwa ucapan Insya Allah bukan berarti niat untuk melanggar. Akan tetapi sebagai ikatan janji yang sudah pasti akan ditepati secara logika manusia, disertai kepasrahan terhadap kehendak Allah yang sewaktu-waktu bisa membuyarkan rencana.
5. Laa Haula walaa quwwata illaa billaah.
Zikir yang merupakan pengakuan terhadap kefanaan manusia dan ke-Maha Kuasanya Allah ini diucapkan ketika seseorang mengambil keputusan (ber'azam). Kalimat thayibah ini adalah pancaran dari sikap tawakal seseorang. Setelah berupaya nyata mempertimbangkan, maka ketika keputusan diambil, dilanjutkan dengan tawakal kepada Allah, yang dinyatakan dalam sikap menerima risiko apapun yang terjadi nantinya akibat diputuskannya keputusan tadi. (Qs Ali >Imran : 159).
6. Laa Ilaaha Illallah
Banyak hadis nabi Muhammad yang menyebutkan keutamaan kalimat thayibah ini. Bahkan disebutkan pula sebagai kunci pintu syurga. Dalam praktiknya, masih banyak muslim yang terus menerus melafazkan kalimat ini dalam setiap kesempatan, sayangnya, masih hanya sekadar refleks bibir saja.
Padahal, andai seseorang mengucapkan dzikir ini sambil mengupas hikmahnya, sungguh nikmat dan manfaatnya akan diperoleh tiada habis-habisnya. Karena arti dari kalimat ini begitu luasnya. Dan manfaatnya pun boleh dirasakan di setiap waktu dan dalam keadaan apapun. Intinya satu; mengingat kebesaran Allah SWT.
7. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun
Sungguh benar bahwa manusia adalah milik Allah, dan setiap inci pergerakan tubuhnya berada dalam genggamanNya. Namun kenyataan bahwa segala sesuatu itu pasti kembali kepada pemiliknya, Allah SWT. sulit untuk diterima manusia. Zikir yang diucapkan di saat menghadapi musibah ini akan membantu kita untuk mengingat akan hal ini.
Insya Allah, dengan membiasakan merasai hikmah kalimat ini, kita menjadi lapang dada dalam menghadapi setiap peristiwa, seburuk apapun, yang sudah menjadi takdir kita. Semakin dalam seseorang menghayati hikmah zikir ini, semakin ringan dia menghadapi kehidupan yang berat ini, tanpa harus menghadapi stress ataupun tekanan.
…orang beriman…bila disebut nama ALLAH gementarlah hati mereka…
Hari ini akak ingin bercerita tentang mimpi....yelah mimpi yang kita alami masa dalam tidur tulah...bukan mimpi yang mcm lagu si Daniel MI tu atau mimpi yang mungkin tidak kesampaian..hehehe.
Dipendekkan cerita pada hari minggu yang lepas...akak bermimpi telah didatangi seseorang yang sememangnya akak masih merinduinya disaat ini.Sungguh manis senyuman yang telah dilemparkan.Masih tidak dapat akak lupakan wajahnya yang berseri-seri dan bercahaya itu.Arwahnya anak akak,Zulhilmi memberikan senyuman yang terakhir buat akak.
Selama Hilmi masih di sisi akak belum pernah akak melihat dia tersenyum sedemikian rupa lebih-lebih lagi semenjak dia menggunakan ventilator.Senyumannya hanya akak dapat lihat dari kerlipan cahaya dimatanya saja.Disaat akhir hayatnya juga akak tidak berpeluang melihat arwah tersenyum...tetapi senyuman yg wujud dalam mimpi akak dan renungan matanya yang bersinar-sinar itu telah membuat akak terharu.
Sudah pasti akak tidak akan melupakan senyuman itu untuk seketika ini.Akak berharap biarlah ia terus tersimpan dikotak fikiran akak dan akan terus bersemadi disana.Walaupun kehadirannya untuk seketika tanpa suara...namun ia amat bermakna buat akak.Samada mimpi itu hanya sekadar mainan tidur atau benar-benar terjadi yg pasti akak dapat melihat senyuman arwah Hilmi.Terima kasih sayang untuk senyuman itu.
Al-fatihah!!
Terlupa pula akak yang hari ini adalah hari kelahiran akak yg ke 34 tahun...ermmmm dah tua akak yer..hehehe.Happy Besday To Me....yeahhhh.Semakin meningkat usia kenelah semakin matangkan.
Semoga dengan usia yang masih dipanjangkan Allah swt ini akak berharap dapat menggunakan sebaik mungkin semoga dipanjangkan usia lagi untuk mencari bekalan buat masa depan.
Semoga akak menjadi isteri yang terbaik dan dapat menjaga kebahgiaan rumahtangga sehingga ke akhir hayat.
Semoga menjadi seorang ibu yang terbaik dan akan menjadi contoh atau idola buat anak akak.Semoga kasih dan sayang serta perhatian yang akak telah curahkan akan diingati oleh anak2."buat Ayie semoga ibu akan dapat membesarkan dirimu sehinggalah dirimu menjadi seorang insan yang berjaya" dan "buat kedua-dua arwah anak ibu Wani dan Hilmi...walaupun ibu tidak berpeluang menjaga diri kalian lagi..ibu bertuah dan bersyukur kerana kalian sudi berada di dalam rahim ibu selama 9 bulan dan mengizinkan ibu melahirkan kalian biarpun dalam kepayahan."
Semoga akak akan menjadi insan yang disenangi dan disayangi selalu.I love to be myself!!Thanks semua kerana sudi memberikan akak kata-kata semangat dan dorongan dikala akak menghadapi kesukaran..walaupun kita semua tidak pernah bersua muka..namun ia dekat dihati...LOVE U ALL.
Apasal laa, aku belum terfikir nak bentang sejadah
hidup senang rezeki datang melimpah,
nak dirikan sembahyang rakan baik setan suruh lengah-lengah,
Atau nak tunggu Allah tarik nikmatku sampai menangis keluar air mata darah
Untuk diriku dan kawan-kawanku yang tersayang...
Apasal la aku malas sembahyang,
Tuhan kasi aku jasad siap dengan bayang-bayang,
Bukan ke lebih beruntung daripada tiang,
Berdiri tanpa roh malam siang...
Apasal la aku malas sembahyang,
Kerja dah best keluarga pun dah senang,
negara pun dah aman tidak lagi hidup berdagang,
takkan lima minit lima waktu aku tak boleh luang..
Apasal la aku malas sembahyang,
Tuhan kasi otak supaya aku tak bangang,
Tuhan kasi ilmu boleh fikir susah senang,
Tuhan kasi nikmat kenapa aku tak kenang...
Apasal la aku malas sembahyang,
Main bola aku sanggup sampai petang,
Beli tiket konsert aku sanggup beratur panjang,
Apa la aku ingat masuk syurga boleh hutang...?
Apasal la aku malas sembahyang,
Aku kena ingat umur kita bukannya panjang,
Pagi kita sihat petang boleh kejang,
Nanti dalam kubur kena balun sorang-sorang....
Apasal la aku malas sembahyang,
siksa neraka cuba la aku bayang,
Perjalanan akhirat memang terlalu panjang,
Janji Allah Taala akan tertunai tak siapa boleh halang!!!
Seseorang yang sudah tidak tertahan lagi dengan karenah isterinya mendatangi Syaidina Umar untuk mengadu. Apabila dia sampai di muka pintu terdengar olehnya suara isteri baginda marah-marah dan tidak kedengaran suara Syaidina Umar menjawab. Berkatalah dia di dalam hatinya; kalau beginilah keadaan Amirul Mukminin dengan isterinya, betapalah lagi keadaanku.
Tiba-tiba Syaidina Umar keluar lalu memanggilnya, "Apakah hajat kamu?" tanya baginda. "Ya Amirul Mukminin. Aku datang untuk mengeluh keberanian dan cerewetnya isteriku, mendadak aku dengar isterimu juga begitu. Malah terfikir olehku, kalau begitu keadaan Amirul Mukminin dengan isterinya, begitu lebih-lebih keadaanku."
Kata syaidina Umar, "Hai saudaraku, aku terima keadaan itu kerana jasa-jasa isteriku padaku;dia seorang tukang masak makananku dan pencuci pakaianku, dan yang menyusu anakku, padahal semua itu bukan kewajipannya. Selain dari itu, dia dapat menahan hatiku dari perbuatan haram. Maka kerana semua itulah aku terima saja kecerewetannya."
Setelah agak lama terdiam berkatalah orang itu; "Kalau begitu, aku pun begitu juga mengenangkan hidup kita di dunia ini pun tidaklah lama."
Nota:Untuk semua para suami kalau boleh cubalah merasai sedikit dari kepayahan isteri yang menguruskan rumahtangga tanpa bantuan.Buat para2 isteri pula termasuklah diri akak janganlah pula mengambil kesempatan cerita diatas untuk melepaskan diri dari melakukan tugas2 rumahtangga biarpun ramai isteri skrg yg keluar bekerja.Sesungguhnya apa yang kita lakukan demi keluarga adalah pergorbanan yang tidak ternilai.Biarpun pengorbanan ini tidak dapat dinilai oleh suami kita..biarlah Allah saja yang membalas segala titik usaha kita untuk kebahgiaan keluarga tercinta.Terimalah seadanya diri masing-masing kerana itulah pilihan kita sehingga ke akhir hayat.
Bila mendengar lirik lagu ini "sesuatu yang tak disangka,seringkali mendatangi kita,inikah suratan dalam kehidupan atau sekadar suatu kebetulan" membuat akak terfikir sesuatu.Kalau akak fikirkan tntg hari lahir dan hari kematian kedua-dua arwah anak akak.Arwah anak sulong akak Siti Hazwani,hari lahirnya 14/1 dan kematian 11/2.Arwah Hilmi pula hari lahir 9/4 dan kematian 5/5.
Kedua-dua arwah anak akak meninggal selepas hari lahir mereka dan sebelum genap sebulan untuk bulan seterusnya.Arwah Wani meninggal 11/2 iaitu sebelum 14/2 beza 4 hari sebelum genap sebulan.Arwah Hilmi pula meninggal 5/5 iaitu sebelum 9/5 beza 5 hari sebelum genap sebulan.Adakah ini satu suratan atau kebetulan.Bukan akak nak fikirkan sangat soal ini tetapi bagaikan tidak percaya ia terjadi seumpama suatu kebetulan.
Apa-apa pun hanya Dia yg Maha Mengetahui.Kadang-kadang kita tidak pernah terfikirkan tntg kebetulan kerana memang kita tidak merancangnya.Apa yang akak sedang fikirkan sekarang ini hanyalah untuk mengingatkan diri akak,samada ini suratan atau kebetulan seharusnya akak syukuri nikmat dan kelebihan yang Allah berikan.